Surabaya Kembangkan Pertanian Terpadu dengan Peternakan dan Perikanan

Salah satu area pertanian yang masih eksis di Surabaya
Salah satu area pertanian yang masih eksis di Surabaya

PAMEKASANTIMES, SURABAYAPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. Area seluas enam hektare itu rencananya akan digunakan sebagai lahan untuk pertanian terpadu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Joestamadji mengatakan progres pengerjaan pertanian terpadu saat ini sudah masuk dalam tahap lelang. Ia memastikan pengerjaannya akan dimulai pada tahun 2018. "Pertanian terpadu yang luasnya enam hektare itu, nantinya akan kita siapkan untuk area pertanian, peternakan dan perikanan,” ujarnya.

Pertanian terpadu ini akan terbagi menjadi tiga sektor. Pertama, sektor pertanian. Selain padi, juga akan dikembangkan berbagai jenis sayuran. Kedua, sektor peternakan. Di area ini akan dikembangbiakkan hewan ternak seperti sapi dan kambing. “Sedangkan sektor ketiga adalah perikanan. Nantinya, akan dibangun kolam khusus untuk budidaya ikan,” katanya.

Menurut Joestamadji, sistem pertanian terpadu ini merupakan sistem yang menggabungkan kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan ilmu lain yang terkait dengan pertanian dalam satu lahan. Mekanisasi pertanian akan diterapkan di area ini, sehingga diharapkan dapat menjadi solusi bagi para petani untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan produktivitas lahan dan menurunkan ongkos produksi. 

Harapannya, hasil dari pertanian, peternakan dan perikanan bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mereka. Bahkan, Joestamadji berencana menggandeng kelompok tani sekitar supaya ada sinergi antara Pemkot Surabaya dengan masyarakat. "Nanti kita akan menggandeng salah satu kelompok tani sekitar yaitu Sri Sedono Jeruk, supaya bisa sinergi," jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa lahan seluas 6 hektare ini juga akan dijadikan sebagai sarana edukasi wisata, sehingga para pengunjung bisa belajar ilmu pertanian dan juga bisa menikmati pemandangan eksotis persawahan di pinggiran kota. “Area ini akan menjadi sebuah tempat wisata dan pendidikan bagi masyarakat,” kata dia.

Pertanian terpadu tersebut nantinya benar-benar menjadi kawasan yang mendorong efisiensi pertanian, peternakan maupun perikanan. Sehingga bisa saling bersinergi antara pertanian, peternakan dan perikanan. “Keseimbangan inilah yang akan menghasilkan produktivitas yang tinggi dan keberlanjutan, serta produksi yang terjaga secara efektif dan efisien,” pungkasnya. (*) 

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Surabaya TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top