Berobat Pakai BPJS Kesehatan, Warga Malang Habiskan Rp 120 Miliar Per Bulan

Warga tengah melakukan pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Malang di Jalan Tumenggung Suryo, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Warga tengah melakukan pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Malang di Jalan Tumenggung Suryo, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Klaim pembayaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Malang masih didominasi untuk pengobatan berbagai jenis penyakit katastropik. Tak kurang dari Rp 120 miliar per bulan dibayarkan ke rumah sakit dan klinik yang telah bermitra dengan asuransi kesehatan plat merah itu. 
 

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang, Susanti Vita Devi menguraikan bahwa hingga 2019 ini telah ada 48 fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) yang bermitra. "Ada 48 FKTL yang terdiri dari 42 rumah sakit (RS) dan 6 klinik utama. Kalau diambil rata-rata per bulan klaim yang kami bayar total Rp 120 miliar lebih," ujar Santi, sapaan akrabnya. 
 

Sebanyak 48 fasilitas kesehatan (faskes) yang telah menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan itu, lanjutnya, berada di tiga wilayah. Yakni, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. Dia menambahkan, pada 2018 lalu, ada 4 FKTL yang baru bergabung. "Ada 3 RS dan 1 klinik utama yang baru gabung tahun lalu," imbuhnya.
 

Meski demikian, Santi tidak merinci nilai klaim masing-masing RS dan klinik. Sebab semuanya mempunyai tunggakan dan tagihan yang berbeda-beda. Bahkan, dia mengungkapkan bila sebelum libur Natal tahun 2018 lalu, pihaknya sudah membayar klaim yang jatuh tempo sampai 30 November 2018. "Paling banyak untuk penyakit katastropik seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, ginjal, hepatitis, dan lainnya yang membutuhkan biaya tinggi," sebutnya.
 

"Mekanisme pembayaran kami sebenarnya setiap hari, asalkan ada uangnya," tambahnya. Santi mengungkapkan, bila dirata-rata, setiap bulannya pihaknya bisa membayarkan klaim sebesar Rp 120 miliar untuk seluruh RS yang bekerja sama dengan BPJS. Sementara total kepesertaan di BPJS Kesehatan Cabang Malang sendiri ada sebanyak lebih dari 2 juta orang. 
 

Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Malang juga mencatat adanya tunggakan pembayaran iuran dari masyarakat Kota Malang, yakni sebesar Rp 1,5 triliun. Jumlah tersebut berasal dari dua segmen, yakni peserta penerima upah dan peserta mandiri. 
 

Berdasarkan data, sampai akhir November 2018, ada sebanyak 82 Badan Usaha (BU) yang menunggak dengan total iuran Rp 504 juta. Sementara itu tunggakan yang berasal dari warga kategori peserta mandiri mencapai Rp 1,5 triliun. Sedangkan total warga yang menunggak iuran sebanyak 122.353 peserta. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top