Polda Jatim Ikut Tangani Video Kampanye Hitam di Banyuwangi

Ustad Supriyanto dan Im saat tiba di Polres Banyuwangi.
Ustad Supriyanto dan Im saat tiba di Polres Banyuwangi.

PAMEKASANTIMES, BANYUWANGI – Sebuah video berdurasi 51 detik yang diduga berisi kampanye hitam viral. Video itu belakangan diketahui dibuat di Masjid Al Ihsan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.

Panwaslu Kecamatan Kalibaru dan petugas kepolisian merespons cepat beredarnya video tersebut. Senin sore, ustad yang ada dalam video itu diundang ke Kantor Panwaslu Kecamatan Kalibaru.

Dalam video itu terlihat Ustad Supriyanto mengenakan gamis panjang berwarna putih. Di sebelahnya tampak seorang pria yang diketahui berinisial Im. Dalam video itu, Ustad Supriyanto menyampaikan jika pasangan Jokowi-Ma'ruf menang, maka akan dilegalkan undang-undang pelegalan perzinahan.

"Saat sekarang ini pemerintah lagi menggodok undang-undang pelegalan perzinahan. Kalau sampai itu lolos, hancur negara kita. Ini sudah digodok ini. Kalau sampai pemerintah mengesahkan undang-undang perzinahan, maka hancur Indonesia yang berdasarkan Pancasila Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Supriyanto dalam video tersebut.

Pasca-meluasnya video tersebut, Supriyanto dan Im diminta hadir di Kantor Panwaslu Kecamatan Kalibaru, Senin (11/3/19) sore. Malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB,  mereka berdua diminta datang ke Polsek Kalibaru untuk dimintai keterangan. Keduanya dimintai keterangan awal terkait dugaan pelanggaran undang-undang informasi dan transkasi elektronik (ITE).

Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabar menyatakan, saat ini sedang dilakukan gelar perkara terkait permasalahan ini. Gelar perkara dilakukan di Polres Banyuwangi oleh penyidik Polres Banyuwangi bersama penyidik dari Polda Jawa Timur. Dia menyebut, penyidik Polda Jatim telah turun untuk ikut menangani permasalahan ini. "Untuk selanjutnya menunggu hasil gelar perkara" katanya, Selasa (12/3/19).

Sekitar pukul 13.00 WIB, Supriyanto dan Im tampak dibawa ke Polres Banyuwangi. Keduanya langsung masuk ke ruangan kasat reskrim Polres Banyuwangi. Hingga saat ini, baik Im maupun Supriyanto masih belum keluar dari ruangan kasat reskrim.

Sementara itu, Bawaslu Banyuwangi masih mengumpulkan bukti materiil dan formil untuk menindaklanjuti dugaan pidana pemilu pada video tersebut. "Kemarin memang ada warga yang melapor ke Panwascam, tapi alat buktinya masih belum lengkap. Hari ini kami masih menunggu kabarnya yang pelapor mau datang ke sini (Bawaslu)," kata Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim. 

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Banyuwangi TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top