Roadmap Wisata Halal Kota Malang Nyaris Rampung

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Persiapan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mewujudkan Kota Wisata Halal makin matang. Bahkan, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mewujudkan Kota Malang sebagai salah satu destinasi wisata halal di Indonesia telah mencapai sekitar 75 persen.

"Sudah kita susun roadmap-nya wisata halal untuk Malang Raya. Kalau dipersentasi, kira-kira sudah 75 persen lah," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni. Artinya, pengembangan program wisata halal nantinya tidak hanya Kota Malang, melainkan juga mencakup wisata di Kabupaten Malang dan Kota Batu. 

Selain penyusunan roadmap, persiapan tersebut juga termasuk pemantapan sarana prasarana yang mendukung. Penyiapan sumber daya manusia (SDM) pendamping halal center juga telah dilakukan. Dalam hal ini, pemkot bekerja sama dengan perguruan tinggi. "Untuk cluster kuliner halal di Mall Dinoyo City misalnya, kamj gandeng Universitas Islam Malang untuk penguatan pendampingan," terang Dayu, sapaan akrabnya.

Dayu menyebut, implementasi wisata halal dikuatkan dengan penyediaan sarana prasarana yang halal. Pasalnya, wisata halal tidak sekadar berkaitan dengan kuliner. Namun juga layanan restoran, hotel, penginapan, dan lain-lain. Dia menyebut, pihaknya telah melakukan beberapa kali diskusi terbuka dengan pelaku-pelaku pariwisata di Kota Malang. 

Meski demikian, dia mengakui baru beberapa hotel dan restoran yang telah bersertifikat halal. Hotel yang menjadi percontohan, contohnya, Regent's Park Hotel dan Guest House UIN. "Nanti setelah MoU (nota kesepahaman) antara wali kota dengan Kemenpar RI, kami akan bicara lagi dengan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) untuk penguatan wisata halal," tutur dia.

Dayu menjelaskan, Wali Kota Malang Sutiaji juga akan melakukan nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI untuk mewujudkan destinasi wisata halal. "Dari 10 kota/kabupaten di Indonesia yang melakukan MoU, Kota Malang termasuk salah satu di antaranya. Ini membuktikan bahwa Kota Malang serius mewujudkan destinasi wisata halal," katanya.

Persiapan penerapan wisata halal tersebut, menurut Dayu, merupakan upaya antisipasi sekaligus menyambut wisatawan mancanegara. Terutama dari kawasan Timur Tengah yang semakin banyak berkunjung ke Malang. "Kami terus berupaya mengajak dan melakukan sosialisasi para pelaku usaha wisata. Karena ke depan sektor wisata memang diarahkan ke wisata halal," tegasnya.

Selain penguatan wisata halal, Disbudpar Kota Malang tahun ini juga menyiapkan konsep wisata heritage atau sejarah. Kawasan Kayutangan atau Jalan Basuki Rahmad menjadi ikon wisata heritage Malang. 

"Kita kuatkan kampung Kayutangan, nantinya Jalan Basuki Rahmad yang dijadikan kawasan heritage dengan segmen generasi milenial. Konsep wisata halal dan heritage ini salah satunya diharapkan menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Malang," pungkasnya.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top