Pantau RSSA Kota Malang, Ini Yang Disampaikan Gubernur Khofifah

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke RSSA (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke RSSA (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama sejumlah jajaran serta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim datang ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang (8/4/2019). Khofifah melakukan pemantauan pada sejumlah fasilitas dan ruangan di RSSA. Setelah melakukan pemantauan, Khofifah langsung menggelar pertemuan tertutup dengan  pihak RSSA.

Selesai pertemuan, Khofifah yang bersedia diwawancarai awak media, menjelaskan, jika  kedatangannya ke rumah sakit yang merupakan milik provinsi ini untuk melihat kualitas dan percepatan pelayanan dari RSSA.

"Iki merupakan bagian dari proses kita untuk bisa memaksimalkan kualitas maupun percepatan layanan. Melihat respons masyarakat di media sosial saya, mereka merekomendasikan ada percepatan layanan seperti MRI. Jadi kebutuhan alat kesehatan (alkes) ini sangat mendesak. Termasuk yang di Rumah Sakit Saiful Anwar ini," ungkapnya

Kemudian, lanjut Khofifah, pihaknya berharap agar Jawa Timur bisa menyiapkan pusat-pusat unggulan layanan kesehatan. Seperti di RSUD Dr Sutomo sekarang sedang dimaksimalkan untuk bisa menjadi pusat unggulan Stemcell. Sementara disini (RSSA) juga punya unggulan dalam hal transplantasi ginjal juga transplantasi hati.

"Nah apa yang menjadi unggulan-unggulan itu harus di-support, apakah dari tenaga medisnya ataupun dari alat kesehatannya atau bahkan Buildingnya. Dari situ ini akan menjadi penguatan bagi rumah sakit di Jawa Timur untuk bisa menjadi refreensi layanan kesehatan, tak hanya di Indonesia tentunya, namun juga secara internasional, karena status dari RSSA ini sudah Internasional Hospital," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, untuk menuju peningkatan percepatan layanan, tentu harus menjalin sinergitas maupun pemetaan kebutuhan kesehatan, terutama bagi masyarakat Jawa Timur.  Selain itu, dalam hal Sistem Informasi Manajemen (SIM) rumah sakit, tentu juga harus dimaksimalkan, yang itu nantinya juga akan berdampak pada percepatan pelayanan.

"Rumah sakit ini top referall. Jadi yang disini misalnya HIV itu sudah HIV Aids, kemudian kanker juga sudah stadium 3, sehingga membutuhkan layanan yang sudah pada tingkat hi-tech. Di sini dokter spesialisnya juga banyak, ada fasilitas-fasilitas layanan anak-anak yang menderita kanker. Ada layanan sosial yang menyatu dengan mediknya. Laboratorium juga bisa memberikan quick respons, dan yang menjadi andalan, keahlian dokter ahlinya dalam transplantasi ginjal," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top