Terkait Isu People Power, Ini Yang Dilakukan Polres Malang

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (tengah), saat melakukan pertemuan bersama seluruh elemen penyelenggara maupun keamanan dan peserta pemilu, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (tengah), saat melakukan pertemuan bersama seluruh elemen penyelenggara maupun keamanan dan peserta pemilu, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Seolah tidak mau kecolongan akan isu pengerahan massa, guna melakukan “kudeta” melalui pergerakan people power, Polres Malang langsung bergerak cepat dengan melakukan pertemuan, antar peserta, penyelenggara, hingga petugas pengamanan yang terlibat di Kabupaten Malang, Selasa (14/5/2019) petang.

Selain dihadiri oleh puluhan personel kepolisian dan TNI (Tentara Nasional Indonesia), dalam agenda yang berlangsung di salah satu rumah makan yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen ini, juga dihadiri oleh TKD (Tim Kemenangan Daerah) paslon (pasangan calon) 01 dan BPN (Badan Pemenangan Nasional) paslon 02.

Selain itu, seluruh pimpinan parpol (partai politik) yang berjumlah sekitar 15 perwakilan, serta anggota penyelenggara pemilu baik KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, juga terpantau menghadiri agenda akbar tersebut.

“Agenda ini diselenggarakan dalam rangka cooling sistem, pasca pemilu (pemilihan umum) yang dilakukan pada 17 April lalu,” kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, saat ditemui awak media usai agenda buka bersama berakhir.

Perwira polisi dengan dua melati di bahu ini mengaku, agenda cooling sistem memang sangat perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan serangkaian pesta demokrasi, sempat mengalami reli-reli panjang. Mulai dari rekap PPK yang berlangsung mulai 18 April hingga 5 Mei, serta Rekap KPUD pada tanggal 1 hingga 5 Mei lalu, membuat seluruh elemen yang terlibat perlu menjalani rehat dan kembali seperti tensi sebelum pemilu berlangsung.

“Sejauh ini seluruh proses pemilu, termasuk pengiriman rekapan hasil perhitungan suara ke provinsi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Kedepan hanya perlu pengawalan hingga tahap perhitungan nasional berakhir,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ujung ini.

Ketika ditanyakan terkait isu pergerakan massa, Ujung menuturkan jika di wilayah hukum Polres Malang, termonitor aman dan tidak ada pengerahan massa. “Ini tadi baik TKD maupun BPN serta semua Parpol sepakat untuk menghormati apapun hasil keputusan akhirnya. Bahkan mereka semua juga sepakat tidak akan menggunakan cara inkonstitusional dalam menyikapi hasil akhir politik,” tegas Ujung.

Pihaknya juga menegaskan, jika dari pantauan hingga saat ini, Wilayah Kabupaten Malang aman dari isu People Power yang sempat didengungkan, dan viral di media sosial. “Insya Allah tidak ada (people power), Kabupaten Malang aman. Kami juga sudah intens melakukan himbauan dan pendekatan kepada tokoh masyarakat, guna mengantisipasi hal itu (people power),” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top