Pengakuan Pelaku Mutilasi di Pasar Besar Malang Janggal, Belum Lama Kenal, Dilakukan Atas Dasar Pesan Korban

Sugeng, pelaku mutilasi yang diamankan petugas (ist)
Sugeng, pelaku mutilasi yang diamankan petugas (ist)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Pelaku mutilasi di Pasar Besar Kota Malang bernama Sugeng, saat ini masih terus menjalani pemeriksaan intensif. 

Dari hasil pemeriksaan sementara seperti disampaikan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK, SH, MH, Sugeng bertemu dengan korban yang identitasnya masih dalam pendalaman petugas, di depan Klenteng Jalan Laksamana Martadinata.

"Pelaku sebelumnya belum pernah kenal dengan korban. Ketemu baru sembilan hari yang lalu di kawasan Jalan Laksamana Martadinata, pelaku belum menyebut nama,"  bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, dari keterangan pelaku korban merupakan warga yang berasal dari Maluku. 

Saat bertemu dengan pelaku, korban dalam kondisi sakit. 

Pelaku kemudian membawa korban ke Pasar Besar Malang, dimana pelaku sering ke lokasi tersebut.

"Pas dibawa di Pasar Besar Malang, sore hari pukul 05.00 meninggal, dan kemudian dibiarkan selama sekitar tiga hari," bebernya.

Kemudian sambung Kapolres, setelah tiga hari tersebut, pelaku kemudian melakukan mutilasi terhadap tubuh korban menjadi enam bagian.

Namun anehnya, motif dari mutilasi yang dilakukan pelaku, sepertinya cukup janggal. 

Sebab, selain dari pengakuannya  sempat mendapatkan bisikan gaib, mutilasi tersebut dilakukan atas dasar pesan dari korban agar memutilasi setelah korban meninggal.

"Jadi permintaan dari korban, untuk nanti setelah meninggal tolong untuk dilakukan pemotongan. Namun motif pasti masih kami dalami, terkait dengan keterangan pelaku ini," bebernya.

Sebelumnya, pelaku berhasil ditangkap Polres Malang Kota, setelah petugas melakukan penyelidikan melalui bukti-bukti yang ditemukan di lokasi seperti tulisan pada kertas maupun pada telapak kaki korban.

" Hasil penyelidikan dari personel kami di lapangan, berdasarkan tulisan yang ditemukan di TKP, kemudian dicari di daerah Jodipan. Di Jodipan ditemukan tulisan yang sama di rumah warga, dimana rumah warga itu yang ternyata pernah ditempati oleh pelaku untuk kos," pungkasnya.

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top