Bupati Jember Menangis Lepas ASN yang Minta Mutasi

Bupati saat menyerahkan SK Mutasi puluhan ASN (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Bupati saat menyerahkan SK Mutasi puluhan ASN (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

PAMEKASANTIMES, JEMBER – Bupati Jember kembali memberikan 37 SK mutasi kepada ASN. Dari 37 SK itu, 34 ASN melakukan mutasi dari luar Jember dan 3 lainnya meninggalkan Jember dan pindah ke tempat kelahirannya.

“Ini gaya mudik atau pulang kampung ASN zaman now. Mereka yang semula bekerja di luar Jember sekarang kembali ke kampung halaman dan mengabdikan ilmunya untuk kemajuan Jember,” ujar Bupati Jember dr Hj Faida MMR Jumat (17/5/2019).

Menurut bupati, sejumlah ASN yang ‘pulang kampung’ ke Jember rata-rata didominasi tenaga pendidikan dan kesehatan. “Ada sekitar 9 bidan dan puluhan guru ASN yang mengajukan pindah ke Jember. Ada yang dari luar Pulau Jawa,” tambah bupati.

Sedangkan 3 ASN yang mengajukan pindah ke Jember karena  ada anaknya maupun orang tuanya yang sakit sehingga membutuhkan perhatian. “Ada 1 ASN yang pindah ke Pasuruan karena anaknya yang di sana sakit dan ini kami perioritaskan. Meskipun belum turun SK-nya,  kami fasilitasi dengan istilah titip sementara sambil menunggu SK resminya turun. Ini karena demi anak. Ada juga yang karena orang tuanya sudah tua dan sakit-sakitan. Jadi, hal-hal baik seperti ini juga kami perioritaskan,” ujar bupati.

Sementara, salah satu ASN yang tidak mau disebut namanya dan mengajukan pindah ke Banyuwangi terlihat menangis saat meminta kenang-kenangan foto bareng Bupati Faida. Menurut perempuan yang dinas di dunia pendidikan ini, dirinya terpaksa pindah ke Banyuwangi karena orang tuanya sudah tua dan ingin dekat dengan keluarga.

“Saya sebenarnya lebih senang di sini. Di sini manajemennya lebih terbuka. Tapi mau bagaimana lagi. Orang tua saya tinggal sendirian dan sudah tua. Saya harus bisa mengabdikan untuk orang tua juga,” ujarnya sambil menahan haru saat berpelukan dengan bupati Jember untuk pamit.

Bupati yang mendapat pelukan dari ASN tersebut pun tidak bisa menyembunyikan air matanya. Menurut Faida, banyak kesan yang akan sulit dilupakan bagi mereka yang benar-benar tulus mengabdi  dan melayani masyarakat.

“Hanya di Jember ini, ada ASN yang pamitan sambil menangis. Ini menunjukkan kalau ia mengabdikan waktu dan pikirannya dalam melayani masyarakat dengan Ikhlas dan Lillahi taala. Semoga ASN yang seperti ini bisa lebih baik dibtempat barunya,” ungkap bupati sambil menyeka air matanya. 

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top