Ada Minuman Keras di Acara Buka Bersama, Oppo Indonesia: Itu Murni Kesalahan Oppo Malang

Ilustrasi
Ilustrasi

PAMEKASANTIMES, MALANG – Kejadian buka bersama dengan suguhan minuman keras yang digelar Oppo Malang menuai kecaman berbagai pihak. Bahkan warganet memunculkan ajakan memboikot produk Oppo. PT World Innovative Telecommunication (Oppo Indonesia) pun menyebut bahwa kegiatan tersebut murni kesalahan Oppo Malang dan tidak menjadi proyeksi perusahaan Oppo Indonesia.

Public Relations Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto mengungkapkan bahwa pihaknya menyesalkan kejadian yang viral di media sosial itu. "Sebenarnya itu kesalahan dari pihak Oppo Malang, itu tidak mencerminkan dari pihak Oppo Indonesia," ujarnya melalui sambungan telepon kepada malangtimes.com.

Aryo menyebut, Oppo memiliki komitmen menghormati seluruh agama di Indonesia. Termasuk mengadakan kegiatan-kegiatan bernuansa Islami seperti mengundan ustaz maupun membuat aransemen adzan khusus bagi pengguna Oppo.

Menurut Aryo, kejadian tersebut merupakan kesalahan Oppo Malang yang mencampurkan acara gathering dealer dengan buka bersama. "Pada intinya mereka ini salah, bikin acara gathering dealer dijadikan satu dengan buka puasa. Itu salah mereka, mereka bilang kalau acara buka puasanya sudah selesai tapi yang di dalam itu mungkin teman-teman dealer yang tidak berpuasa," sebutnya.

"Tapi kan kita nggak tahu orang puasa atau nggak, kan kalau dilihat sepintas tidak tahu itu muslim atau nonmuslim. Memang dari teman-teman yang tidak puasa itu ada yang bawa barang seperti itu. Mungkin ketidaktahuan dari area," tambahnya. 

Intinya, lanjut Aryo, pihak Oppo Malang hari ini (17/5/2019) sudah melakukan permintaan maaf ke komunitas muslim di Malang. Di antaranya ke MUI dan juga menggelar pertemuan di Polres Malang Kota. "Sebetulnya masalahnya sudah clear, mereka minta maaf," ujarnya.

Aryo menegaskan, kejadian tersebut juga akan menjadi bagian evaluasi bagi Oppo Indonesia. "Pastinya akan ada evaluasi, nggak mungkin kami akan diam begitu saja. Ini kan mungkin anak-anak muda yang mungkin mereka nggak tahu kalau Bulan Ramadan ini bukan seperti bulan biasa, dan ini akan dievaluasi. Bagaimana evaluasinya kami masih belum tahu, tapi intinya itu kesalahan murni dari Oppo Malang dan mereka sudah meminta maaf," tuturnya.

Mengenai ajakan boikot produk Oppo yang muncul di media sosial, Aryo mengaku hal tersebut secara otomatis menjadi ekses atau dampak negatif bagi Oppo Indonesia. "Sebenarnya sosmed ini agak sedikit jahat menurut saya. Kan tanpa mencari tahu, itu apa atau kenapa, tapi jatuhnya langsung menghakimi dan akhirnya berimbas ke produk Oppo. Yang pasti kami akan jawab itu sebenarnya seperti apa, kira-kira permintaan maaf juga. Otomatis ada hukum sebab akibat yang diterima teman-teman Malang. Hujatan atau apa pun itu ekses kejadian ini. Intinya tidak bisa menanggapi itu sebelum semuanya clear," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menggambarkan kegiatan buka bersama (buber) menjadi viral di media sosial. Acara tersebut tak lazim gara-gara menyajikan menu minuman keras jenis bir. Dalam video tersebut, pembawa acara sempat menyebut brand smartphone Oppo dan juga maskot Oppo di panggung acara.

 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top