Pentolan "Preman" di Malang Beber Tips Branding Produk Usaha

Suasana konsultasi dalam kegiatan Klinik Usaha Mikro di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana konsultasi dalam kegiatan Klinik Usaha Mikro di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Pembina Asosiasi Preman Super (Perempuan Mandiri Sumber Perubahan) Kota Malang Peni Budi Astuti kembali membeber tips-tips praktis bagi pelaku usaha yang baru saja merintis pasar. Yakni soal pentingnya penguatan branding bagi keberlanjutan usaha.

Hari ini (21/5/2019) Peni menjadi mentor dalam kegiatan Klinik Usaha Mikro. Bimbingan dan konsultasi bagi pelaku-pelaku usaha pemula itu digelar secara gratis oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang. 

Dalam paparannya, Peni menegaskan bahwa kekuatan branding sebenarnya menjadi kekuatan yang terus akan dipakai sepanjang usaha berjalan. Dia mengungkapkan, branding berbeda dengan sekadar mengerek popularitas produk. Dia mencontohkan fenomena es kepal milo yang sempat menghebohkan pecinta kuliner. 

"Saat lagi tren es kepal milo, semua ikut, semua bikin. Tapi mereka nggak berpikir keberlanjutannya. Apakah itu mau berkelanjutan atau sesaat atau semusim," tutur perempuan yang pernah diganjar Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia dari Kementerian PPA RI itu. Saat ini, popularitas es tersebut sudah meredup dan berganti jenis minuman lain. 

Menurut Peni, hal tersebut terjadi karena pelaku usaha yang ikut berjualan es kepal tidak berpikir kekuatan branding. "Untuk pelaku usaha mikro, kami menekankan branding ini. Agar tidak sesaat, tapi bisa berkembang bahkan turun-temurun. Usaha bisa jalan dan diwariskan. Itu yang namanya pelaku usaha sejati," tegasnya. 

Peni menilai kunci dalam branding adalah bersetia pada produk yang dipilih sebagai usaha. "Misalnya memilih sempol ya sempol ini kuncinya. Masalah inovasi itu berkembang tapi jangan meninggalkan identitas sempol. Terlepas nanti memperbanyak item atau jenisnya. Misalnya branding Aqua, dia punya banyak packaging tapi tetap Aqua," pungkasnya.

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top