Probolinggo Kini Punya Kapal Besar Bantuan Pemerintah Pusat

Kapal Penyebrangan Pelabuhan Tanjung Tembaga - Pulau Gili diparkir di dermaga pelabuhan menunggu kepastian Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Kapal Penyebrangan Pelabuhan Tanjung Tembaga - Pulau Gili diparkir di dermaga pelabuhan menunggu kepastian Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

PAMEKASANTIMES, PROBOLINGGO – Probolinggo, mendapat bantuan Kapal ‘Rede’ Gandha Nusantara II dari Kementerian Perhubungan. 

Kapal very berbobot 93 GT yang tiba di Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, sekotar satu bulan lalu, hingga kini belum dioperasikan.

Kapal yang bisa mengangkut 53 orang dan dua unit mobil tersebut, kini menganggur dan disandarkan didermaga pelabuhan. 

Padahal rencana awal, kapal yang mampu mengangkut beban 10 ton tersebut akan dioperasikan saat lebaran. 

Mengangkut penumpang dan barang dari pelabuhan ke Pulau Gili Ketapan atau sebaliknya.

Lantas mengapa sudah satu bulan belum dioperasikan ? kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) klas IV Probolinggo, Subuh Fakkurrohman, Senin (04/02/2019) membenarkan hingga kini kapal bercat coklat susu dan putih tersebut belum beroperasi. 

Alasannya, masih melengkapi persyaratan izin operasi.

Kapal Penyebrangan Pelabuhan Tanjung Tembaga - Pulau Gili diparkir di dermaga pelabuhan menunggu kepastian Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

Diantaranya, lanjut Subuh sertifikasi kapal beserta ABK (Anak Buah Kapal). 

Selain itu, soal tarif penumpang dan kendaraan dari dan ke Pelabuhan-Gili Ketapang. Dan yang tak kalah pentingnya, persetujuan masyarakat dan pemilik kapal. 

Karenanya, menurutnya, kapal bisa dioperasikan setelah 3 syarat tersebut dipenuhi.

Saat ditanya, kapan kira-kira akan memulai operasi ? Subuh mengaku tidak tahu, mengingat, persoalan tiga persyaratan tersebut bukan kewenangannya. 

Ia menjawab tidak mau beranda-andai saat ditanya, bagaimana jika seumpama masyarakat dan pemilik kapal tidak setuju dengan pengoperasian kapal tersebut. 

“Kami tidak mau berandai-andai,” jawabnya singkat.

Dijelaskan, ketiga persyaratan itu amatlah penting untuk dimiliki kapal penyeberangan.

Terutama sertivikasi atau kelayakan kapal, berikut persetujuan warga dan pemilik kapal.

Selain sudah aturan, Subuh tidak ingin dibelakang hari terjadi permasalahan.

“Pemerintah selalu hadir di masyarakat, jika ada permasalahan. Kami ingin tidak ada yang dirugikan,” ujar Subuh berdiplomasi.

Seperti diketahui, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Probolinggo mendapat bantuan kapal very Gandha Nusantara II dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, 18 Mei lalu. 

Namun, hingga kini belum dioperasikan dan dikandangkan bersandar di Pelabuhan Tanjung Tembaga. .

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top