Harga Kembang Kol Jatuh, Tanaman Diserang Penyakit Pula

Seorang petani sedang memberikan pestisida di Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Seorang petani sedang memberikan pestisida di Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

PAMEKASANTIMES, MALANG – Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu peribahasa  yang menggambarkan nasib para petani yang sedang menanan sayur kembang kol. Bagaimana tidak. Sudah harga murah, ditambah serangan penyakit.

Harga kembang kol kini berada di kisaran Rp 1.500-Rp 2.000 per kilogram. Harga tersebut terbilang cukup murah bagi petani.

“Sekarang harganya murah. Banyak hama yang nyerang juga. Tentunya tidak sepadan dengan biaya produksinya,” kata Sugeng, petani Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu.

Sugeng mengakui, meskipun sedang diserang hama,  kembang kol masih banyak ditanam petani karena masa tanamnya 60 hari. 

Banyaknya petani yang panen itu menyebabkan anjloknya haga kembang kol. Selain itu, penyakit ini sering menyerang tanaman saat berusia 40 hari.

Sementara, Suyitno, petani Dusun Tutup, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, menambahkan bahwa lebih dari satu penyakit menyerang tanaman kembang kolnya.

Penyakit tersebut berbentuk seperti jamur putih dan ulat hijau. Penyakit ini sudah menyerang sayur kembang kol sejak usianya 40 hingga 45 hari.

“Sejak usia 40 hingga 45 hari kembang kol di lahan sawah sudah terkena penyakit ini. Dua penyakit ini menyerang  bunga maupun kembang kol,” ungkap Suyitno.

Ia menambahkan, penyakit jamur putih langsung menyerang batang kembang kol sehingga memengaruhi daun. Selain itu, jamur tersebut juga menyerang kembang kol yang dapat mengakibatkannya menjadi busuk dan berair. “Kalau sudah terkena jamur putih, imbasnya bunganya ini jadi busuk dan berair,”  ungkap dia.

Akibatnya, hasil panen pertama yang seharusnya bisa mencapai 1 ton dengan lahan 250 meter persegi turun menjadi 7 kuintal saja.

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]pamekasantimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]pamekasantimes.com | marketing[at]pamekasantimes.com
Top