Empat pelaku jaringan narkoba saat dirilis (berbaju orange) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Empat pelaku jaringan narkoba saat dirilis (berbaju orange) (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Sehari (12/6/2019), Satreskoba Polres Malang Kota, membekuk empat pemuda dalam satu jaringan peredaran narkoba. 

Empat pemuda tersebut yakni, MIR (19) warga Jalan Sawojajar gang V, Kedungkandang, Kota Malang, MSP (23) warga Jalan Simpang Sulfat Selatan IV, Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang.

Kemudian ada JSP (22), warga Perum Bandara Santika, Asrikaton, Pakis, Kabupaten Malang dan MIL (24) warga asli Jalan Jemari, Kelurahan Medan Timur, Kota Medan.

Dari keempat pemuda tersebut, MIL nampaknya yang paling apes. 

Sebab, dari pengakuannya, ia baru pertama kali berjualan ganja namun sudah terlebih dulu tertangkap petugas.

"Niatnya mencari untung dengan berjualan paket ganja untuk membayar kos. Tapi sebelum MSP ini dapat berjualan terlebih dulu kami tangkap, belum ada yang terjual barangnya," ungkap Wakapolres Malang Kota, Kompol Arie Trestiawan didampingi Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Samsul Hidayat (20/6/2019).

MIL mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari daerah Medan Sumatra Utara. 

Ia bertransaksi dengan cara transfer dan kemudian oleh bandar di Medan tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang JNE. 

Dari tangan MIL ini diamankan ganja seberat  350 gram yang dikemas dalam 60 paket kecil dengan berat 6 gram.

"Saat ini kami masih kejar pemasok barang kepada MIL ini," bebernya

Selain menangkap MIlL, polisi juga menangkap JSP di kawasan Jalan Danau Toba, Sawojajar, Kedungkandang, Kota Malang. 

Saat ditangkap JSP kedapatan barang bukti ganja seberat 15,75 gram.

"Keduanya berstatus mahasiswa PTS. Penangkapan kedua tersangka ini hasil dari pengembangan terhadap dua pelaku yang sebelumnya tertangkap, yakni MIR dan juga MSP. Kalau dari tangan MIR diamankan bb 7,15 gram sedangkan dari tangan MSP diamankan 0,62 gram," bebernya.

Akibat perbuatannya, MIR, MSP, MIL ketiga pelaku dijerat pasal 111 ayat 1tentang narkotika tahun 2009 ancaman hukuman minimal empat tahun penjara. 

Sementara JSP dikenakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 ancaman hukuman lima tahun penjara.

"JSP juga dijerat pasal 114 karena ia sebelumnya juga menjual ganja kepada MIL," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load