Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha.

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha.



Tiga hari menjelang pembacaan putusan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Polres Blitar mengimbau masyarakat, khususnya peserta pemilu, untuk bersabar menanti hasil putusan itu.

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha mengatakan, seluruh masyarakat di Blitar untuk menjaga keamanan lingkungan sosial menjelang diumumkannya putusan perihal sengketa hasil Pilpres 2019.

"Kepada seluruh lapisan masyarakat agar sepenuhnya menyerahkan mekanisme hukum ke Mahkamah Konstitusi serta selalu menjaga kamtibmas. Jangan mudah terpancing berita hoax, adu domba yang akan memecah belah tali persaudaraan dan kerukunan berbangsa dan bernegara,” ungkap Anis, Selasa (25/06/2019).

Dikatakan Anis, menjelang keputusan final Mahkamah Konstitusi yang rencananya berlangsung pada 27 Juni 2019, pada hari-hari terakhir jelang putusan final itu, masyarakat Blitar diimbau tidak berangkat ke Jakarta. Biarkan MK bekerja maksimal dan masyarakat menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada MK.

"Nggak perlulah ada (pengerahan) massa ke Jakarta. Kita serahkan sepenuhnya keputusan kepada MK,” serunya.

Untuk itu, dirinya berpesan kepada masyarakat Blitar agar semuanya bisa saling menyatu, bergandeng tangan untuk menjaga kondusivitas di Bumi Bung Karno ini. Dalam era modernisasi yang diwarnai kemudahan tekhnologi, masyarakat harus berpikir jernih dalam menerima segala informasi dari berbagai media, termasuk media sosial.

"Marilah kita semua  menjaga kondusivitas Kabupaten Blitar yang selama ini dikenal dengan wilayah yang paling kondusif selama proses demokrasi berlangsung. Harus berpikir jernih, tidak emosional dan jangan gampang terprovokasi ketika menerima suatu  informasi. Biarlah putusan MK berjalan sebagaimana mestinya dan tidak melakukan intervensi. Masyarakat Blitar cukup melihat saja bersama-sama di sini. Kita percayakan sepenuhnya kepada MK  untuk memeriksa, menyidangkan dan memutuskan sesuai bukti yang ada,” tandasnya.


End of content

No more pages to load