Tanda terima surat yang dikirim LSM Bintara ke SMP Negeri 1 Kedungwaru / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Tanda terima surat yang dikirim LSM Bintara ke SMP Negeri 1 Kedungwaru / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES


Editor

Heryanto


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bintang Nusantara (Bintara) resmi mengirim surat ke SMP 1 Negeri Kedungwaru terkait iuran siswa jelang purnawiyata. 

Ditanda tangani ketuanya Ali Shodik, Bintara menanyakan rincian kebutuhan sekolah sehingga menarik iuran sebesar Rp 640 ribu tiap siswa menjelang lulus sekolah.

"Kami menerima keluhan beberapa wali murid terkait iuran yang dibebankan pada anaknya," kata Ali Shodik dalam surat yang ditujukan pada kepala sekolah SMPN 1 Kedungwaru.

Dalam poin pertama surat itu Bintara menanyakan berapa jumlah siswa dalam perpisahan sekolah yang menarik biaya yang di nilainya terlalu besar untuk sekedar acara perpisahan.

Kemudian, Bintara juga menanyakan rincian anggaran yang diserap baik dari pemerintah provinsi dan pusat.."Kami minta rincian penggunanya," tegas Ali

Kemudian Bintara juga meminta informasi terkait jumlah total siswa kelas VII, VIII dan IX di SMP Negeri 1 Kedungwaru.

"Kita juga minta rincian jumlah siswa per kelas di SMP Negeri 1 Kedungwaru serta minta penjelasan tentang sistem penggunaan iuran anggaran wajib," jelasnya

Surat yang disampaikan ke kepala sekolah tersebut juga ditembuskan diantaranya ke KPK RI, Jaksa Agung, Kapolri, Ombudsman, ketua KIP Pusat dan Provinsi, Gubernur Jawa Timur serta media massa.

Menganggapi hal itu, Kepala sekolah SMPN 1 Kedungwaru Endah Urianti mengaku belum menerima surat yang dikirim ke dirinya
"Belum tau, tadi saya pulang jam 2.20 wib belum ada surat (masuk)," kata Endah Selasa (25/06) sore

Karena belum menerima surat yang dikirim dan belum tau isi yang dimaksud Endah belum bisa memberi tanggapan atas pertanyaan dan permintaan jawaban tertulis dari LSM Bintara

"Saya pelajari dulu, saya belum (mem) baca," pungkasnya 


End of content

No more pages to load