Nelayan Kota Probolinggo deklarasi tolak ajakan berdemo diatas kapal (Agus Salam/Jatim TIMES)

Nelayan Kota Probolinggo deklarasi tolak ajakan berdemo diatas kapal (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Puluhan nelayan yang tergabung dalam Komunitas nelayan Kota Probolinggo, Selasa (25/5) pukul 10.00 menggelar deklarasi. 

Aksi damai yang bertempat di Pelabuhan Tanjung Tembaga tersebut, mengajak masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif.

Tak hanya itu, nelayan juga berikrar menolak segala aksi kerusuhan, demi terciptanya Indonesia damai. 

Hal itu dilakukan untuk mencegah masyarakat melakukan aksi usai pembacaan keputusan sengketa pilpres oleh Makhkamah Konstotusi (MK). 

Sebab menjelang putusan MK, masyarakat diajak berdemo di Jakarta oleh golongan tertentu.

Nelayan Kota Probolinggo deklarasi tolak ajakan berdemo diatas kapal (Agus Salam/Jatim TIMES)

Hal itu diungkap koordinasi deklarasi Zainul Fathoni usai memgelar aksi. Disebutkan, mendekati pembacaan putusan sengketa pilpres, masyarakat diajak untuk melakukan aksi di Jakarta, menolak keputusan MK jika merugikan golongan tertentu. “Kalau ajakan secara langsung ke kami tidak ada. Tapi melalui media social (Medsos,” tandasnya.

Karenanya, untuk membentengi masyarakat agar tidak ikut-ikutan ajakan tersebut, komunitas nelayan yang jumlahnya sekityar 1.500 nelayan, menggelar deklarasi. Saat ini menurutnya, bukan waktunya lagi untuk terus bertikai dalam perbedaan pilihan. “Sudah saatnya kita melupakan perbedaan. Mari rajut kembali persaudaraan dalam persatuan,” tegas Zainul.

Pria yang akrab disapa Zein ini mengajak, masyarakat untuk memelihara dan menjaga kebhinnekaan, Jangan sampai lanjutnya, masyarakat terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pemecah-belah persatuan dan kesatuan. “Kami mengajak masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif. Menolak ajakan aksi demo di Jakarta,” ijarnya.

Masyaraka diminta untuk tidak terprovokasi oleh ajakan tersebut. Zein mengajak masyarakat untuk bekerja dan mencari ikan, ketimbang berbondong-bondong ke Jakarta ikut-ikutan melakukan aksi paska keputusan MK. 

“Lebih baik mencari ikan untuk menafkahi anak dan istri, ketimbang demo ke Jakarta. Enggak ada untungnya. Lebih baik bekerja,” pintanya.

Aein, yang terpilih sebagai anggota DPRD Kota Periode 2019-2024 ini menambahkan, masyarakat diminta untuk menerima apa yang telah diputuskan MK. Sebab menurutnya, keputusan MK terbaik bagi bangsa dan Negara Indonesia.

“Kami seluruh nelayan menerima ptusan MK. Siapapun presidennya, itu pemimpin kami,” pungkasnya.

Ahmad Baidowi, salah satu nelayan sepakat dengan ajakan ketua paguyuban Nelayan setempat Zainul Fathoni. Menurutnya, nelayan dan masyarakat tidak perlu ikut-ikutan demo dalam mengapresiasi keputusan MK. “Lebih baik, bekerja mencari nafkah ketimbang melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya. Kami cari ikan saja, biar anak tetap bisa sekolah,” tandasnya.


End of content

No more pages to load