Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menutup semua akses keluar dan masuk ke tanah suci, Pemerintah Indonesia memilih untuk tetap melakukan negoisasi dengan pihak kerajaan.

Terutama untuk memastikan nasib dari para calon jamaah umrah yang kini telah memegang visa umrah agar tetap diizinkan masuk ke Arab Saudi. 

Hal itu sebagainana disampaikan Duta Besar RI, Agus Maftuh Abegebriel melalui keterangan tertulisnya.

Agus menyampaikan, pendekatan dilakukan dengan pertimbangan Indonesia bukan negara suspect corona. 

Sejauh ini, Indonesia tidak termasuk dalam negara yang terkonfirmasi terkena wabah virus Corona (COVID-19).

KBRI Riyadh juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi guna memastikan pelaksanaan teknis dari kebijakan 
penghentian sementara masuknya jamaah umroh ke Arab Saudi dari negara-negara lain termasuk Indonesia,

"Kami juga memastikan keberadaan jamaah umroh warga negara Indonesia yang saat ini sudah berada di wilayah Arab Saudi," katanya.

Sementara itu, berdasarkan komunikasi Dubes RI dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr. Mohammed Saleh Benten diperoleh informasi bahwa Kementerian Haji dan Umroh sudah resmi menghentikan visa umrah untuk sementara.

Dubes RI juga sedang perjuangkan nasib calon jamaah umroh yang sudah mendapatkan visa.

Seperti yang sudah disampaikan KBRI Riyadh pada tanggal 29 Januari 2020 lalu, sekali lagi KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk selalu menjaga kesehatan dan melakukan langkah pencegahan.

Antara lain dengan selalu rutin mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menghindari sentuhan langsung dengan hewan baik idup atau mati, tidak mengunjungi pasar hewan.

Sedangkan bagi yang sedang menderita gejala sesak napas untuk tetap berada di rumah serta menutup mulut dan hidungnya dengan masker apabila batuk atau bersin.