tersangka pembunuh Miratun, rian (memakai baju tahanan) saat memperagakan adegan keluar dari rumah Miratun (Joko Pramono for jatim Times)
tersangka pembunuh Miratun, rian (memakai baju tahanan) saat memperagakan adegan keluar dari rumah Miratun (Joko Pramono for jatim Times)

Satreskrim Polres Tulungagung melakukan rekonstruksi pembunuhan dengan korban Miratun, janda kaya warga Lingkungan 6 Desa/Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, selasa (31/3/2020).

Rekonstruksi dilakukan dengan menghadirkan tersangka Rian Dicky F (26), yang menghabisi Miratun dengan cara dibekap menggunakan bantal. Rekonstruksi dilakukan di rumah Miratun, dengan dijaga ketat polisi.

Adegan diawali dengan kedatangan Rian di rumah Miratun. Rian kemudian membuka pagar dan masuk ke rumah Miratun lewat pintu di samping kanan rumah Miratun yang dalam keadaan kosong. Selanjutnya adegan dilakukan di dalam rumah Miratun.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi yang memimpin rekonstruksi menjelaskan ada sekitar 62 adegan yang diperagakan oleh tersangka.

"Untuk melengkapi proses penyidikan, kami lakukan rekonstruksi perbuatan pencurian disertai pembunuhan," terang Hendi.

Tersangka memperagakan cara dia masuk hingga membunuh Miratun. Dalam rekonstruksi itu tersangka memperagakan dari mencongkel lemari yang sudah diincarnya, mencekik dan menganiaya korban, hingga membekap korban dengan bantal, serta menggulungnya dengan kasur lipat.

"Dalam rekonstruksi ini semuanya terlihat dengan jelas. Adegan pencekikan ada di sekitar adegan ke-20," sambung Hendi.

Tidak ada fakta baru dalam rekonstruksi ini, semuanya berjalan sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Penyidik secepatnya melengkapi berkas, sehingga perkara bisa lekas dilimpahkan ke JPU.

Rekonstruksi juga disaksikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung.

Sementara Kepala Seksi Tidak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tulungagung, John Franky Yanafia Ariandi mengungkapkan, pihaknya diundang penyidik kepolisian untuk ikut rekonstruksi ini.

"Dari rekonstruksi ini kami mendapat gambaran apa yang dilakukan tersangka. Semua hasil penyidikan diperagakan oleh tersangka," terang John Franky.

John Franky menambahkan, dengan rekonstruksi  bisa memberi keyakinan JPU dalam melakukan prapenuntutan.

Pihak JPU akan menunggu berkas dari penyidik kepolisian, agar lekas bisa diteliti.

"Kami menunggu berkas dilimpahkan agar bisa melakukan penelitian," pungkasnya.

Miratun, janda kaya tanpa anak ini ditemukan meninggal di kamarnya, Jumat (14/2/2020) dini hari.

Saat ditemukan wajahnya dibekap dengan bantal dan guling,  kemudian tubuhnya digulung dengan kasur lipat.

Hasil autopsi menunjukkan, ada banyak pembuluh darah Miratun yang pecah, karena nafasnya tertahan.

Titik pembuluh darah yang pecah antara lain ada di kepala, tangan, kantung mata bawah, tangan, serta jemari yang terihat membiru dan rusuk kanannya juga patah.

Polisi kemudian menangkap Rian, mantan anak kos Miratun yang sebelumnya kabur dengan mencuri  perhiasan emas.

Rian bermaksud mencuri lagi di rumah Miratun, namun tidak menemukan periasan di lemari yang dulu dicongkelnya.

Dia kemudian ingat, Miratun selalu mengenakan perhiasan saat jualan di Pasar Ngunut. Ia kemudian bersembunyi di dalam rumah, sembari menunggu Miratun pulang.

Saat tuan rumah tiba dari pasar, Rian menyerangnya dan membunuhnya dengan maksud menguasai perhiasan emas yang dipakai Miratun.